Perjalanan Sistem Operasi Android dari Versi 1.0 hingga Android Nougat

Tahukah sobat panduangadget bahwa ponsel Android yang sobat miliki baru berumur 8 tahun di tahun 2016 ini? Bahkan ulang tahun yang ke-8 baru dirayakan beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 23 September. Walaupun baru berumur 8 tahun, sudah banyak fasilitas yang dikembangkan untuk memanjakan dan memudahkan sobat dalam menggunakan ponsel maupun tablet sehari-hari. Ini juga tidak lepas dari peran Apple yang memotivasi developer Android untuk membuat sistem operasi ini setara atau bahkan di atas sistem operasi IOS sebagai pesaing utama saat ini.

Salah satu hal unik dalam perkembangan sistem operasi Android adalah penamaan sistem operasinya sendiri. Dimulai dari abjad “A” dan selalu menggunakan nama makanan ringan/kue/permen/cemilan yang rasanya  manis sebagai kepanjangan dari abjad tersebut. Sistem operasi terbaru saat ini adalah Android Nougat dimana Nougat sendiri merupakan nama dari sejenis permen yang dibuat dari campuran gula/madu, kacang dan putih telur.

Timeline sistem operasi android dari versi 1.0 hingga Nougat

Munculnya sistem operasi baru selalu dibarengi dengan perbaikan fitur yang sudah jalan dan penambahan fitur baru. Tentu saja untuk bisa mengoptimalkan fungsi fitur-fitur baru tersebut, ponsel dan tabletnya juga mesti mendukung. Buat sobat yang bingung apa bedanya Android sama nama ponselnya, coba dibayangin aja bahwa ponsel yang sobat pakai itu seperti laptop. Laptop juga banyak mereknya tapi rata-rata pakai sistem operasi Windows. Jadi ponsel juga kurang lebih sama. Bisa bermacam-macam juga mereknya.

Ingin tahu kelebihan dan fitur baru apa yang diusung di setiap pembaruan sistem operasi Android? Berikut timeline-nya :

Android 1.0 – 23 September 2008

Seharusnya sistem operasi pertama dimulai dengan huruf A, tetapi saat kelahirannya tidak ada penamaan khusus. Kata Android sudah cukup mewakili. Dimulai dengan huruf “A” bukan?

Kalau bicara kelebihan, karena baru lahir, semuanya bisa dianggap kelebihan :). Fitur unggulan yang diusung sistem operasi ini adalah :
– Browsing via web browser
– Memfoto menggunakan kamera (resolusinya masih rendah dan hanya bisa untuk satu kamera di belakang ponsel/tablet)
– Menjalankan dan sinkronisasi dengan semua aplikasi Google, seperti gmail, google maps, youtube, calendar dll (Ya iya lah, kan yang punya juga Google)
– Menjalankan semua aplikasi telepon (untuk ponsel atau tablet yang dilengkapi dengan fasilitas telepon)
– Aplikasi Push Email (membuka email dari account email non Gmail)
– Android Market buat nyari aplikasi-aplikasi yang berguna untuk penggunanya
– Support Wi-Fi dan Bluetooth

Android 1.5 – Cupcake – 27 April 2009

Dari huruf “A” kok langsung loncat ke “C”? Waktu itu penamaan belum menjadi fokus dari pengembangan Android. Belum kepikiran kali ya… Baru setelah Cupcake mulai dirapikan penamaan sistem operasi Androidnya. Cupcake sendiri ga perlu dijelasin seperti apa ya.. Dah cukup populer di Indonesia jenis roti ini 🙂

Kelebihan Android Cupcake dibandingkan pendahulunya :
– Sudah mulai support aplikasi yang menggunakan Virtual Keyboard sendiri
– Support Widget (area untuk menaruh aplikasi-aplikasi favorit atau sering digunakan atau notifikasi)
– Sudah bisa merekam video
– Sudah bisa auto rotation, alias layar sudah bisa mengatur posisi secara otomatis jika kita rubah posisi ponsel/tablet secara horisontal atau vertikal

Android 1.6 – Donut – 15 September 2009

Dari namanya sudah ketahuan jenis makanan seperti apa yang dipakai sebagai nama dari sistem operasi ini.

Kelebihan dari sistem Android Donut adalah :
– Support ponsel CDMA/EVDO
– Fitur kamera dan video sudah disatukan
– Fitur search by voice dibuat lebih bagus

Android 2.0 – Eclair – 26 Oktober 2009

Eclair adalah sejenis kue Sus. Biasanya agak panjang kue-nya dan di atasnya dikasih hiasan garis coklat.

Kelebihan sistem Android Eclair adalah :
– Kemampuan untuk men-tap gambar PP/DP pada address book untuk melakukan panggilan atau SMS
– Kemampuan untuk mencari informasi dari SMS yang tersimpan
– Penambahan fitur untuk Zoom dan Flash pada kamera
– Wallpaper sudah bisa menggunakan animasi, atau sering disebut Live Wallpaper

Android 2.2 – Froyo – 20 Mei 2010

Setiap pembaharuan sistem operasi selalu dibarengi dengan adanya peningkatan kecepatan dalam setiap proses di dalam ponsel/tablet dan perbaikan bug-bug yang muncul pada ponsel/tablet jenis tertentu. Froyo sendiri diambil dari singkatan Frozen Yoghurt. Kebayang dong sekarang jenis makanannya seperti apa..

Kelebihan sistem Android Froyo adalah :
– Pengaktifan fitur tethering/Wi-Fi hotspot. Dengan adanya fitur ini, perangkat bisa berfungsi sebagai AP (Access Point) untuk sharing koneksi internet dengan perangkat-perangkat yang lain.

Android 2.3 – Gingerbread – 6 Desember 2010

Gingerbread adalah sejenis kue//cookie berwarna coklat dengan tambahan rasa jahe. Kalau pernah liat film Shrek, ada tokoh kue kecil yang rada sok jagoan dan dipanggil gingerbread man, kurang lebih seperti itu jenis makanannya.

Kelebihan sistem Android Gingerbread adalah :
– Support untuk ukuran layar dan resolusi yang lebih besar (WXGA ke atas)
– Kemudahan untuk copy/paste kata. Jadi hanya cukup men-tap kata yang mau dicopy dan akan muncul menu untuk copy-paste
– Fitur untuk menggunakan lebih dari satu kamera, alias sudah bisa dipake untuk Selfie karena produsen ponsel sudah mulai memasang dua kamera di depan dan belakang.
– Sensor sudah ditambah, seperti giroskop (biasanya dipakai untuk menjaga foto/kamera tidak goyang gambarnya saat berubah posisi)
– Support NFC (belum cukup populer di Indonesia, walaupun sering diiklankan oleh beberapa operator ponsel)
– Sudah bisa voice/video chat lewat Google Talk

Android 3.0 – Honeycomb – 22 Februari 2011

Kalau di Indonesia belum terlalu umum kali ya makanan Honeycomb. Makanan ini seperti sarang lebah yang dipenuhi madu. Biasanya digunakan sebagai makanan penutup. Ini salah satu penamaan sistem operasi yang ga terlalu populer untuk orang Indonesia, tapi mudah diasosiasikan.

Kelebihan sistem Android Honeycomb adalah :
– Munculnya System dan Action Bar (Bar di bagian atas ponsel/tablet yang biasanya di-slide ke bawah) dimana kita bisa mengaktifkan/menonaktifkan setting/aplikasi tertentu, seperti Wi-Fi, Mobile Data, GPS dll.

Android 4.0 – Ice Cream Sandwich – 18 Oktober 2011

Kalau lihat dari namanya, sepertinya ga populer, tapi kalau diartiin ke jenis makanannya, mungkin kita sering makan. Ice Cream Sandwich diartikan sebagai es krim yang dibungkus lapisan coklat. Kebayang kan? Sobat pasti sering beli, apalagi liatin iklan TV merek es krim beken (Magnum) yang lalu lalang hampir tiap hari.

Kelebihan sistem Android Ice Cream Sandwich adalah :
– Pemisahan menu widget dan Application untuk mempermudah pengaturan aplikasi di dalamnya
– Adanya fitur Face Unlock. Fitur ini digunakan untuk membuka kuncian ponsel dengan foto wajah, apabila ponsel yang digunakan mempunyai fitur tersebut
– Penambahan fitur pada kamera untuk membuat foto timelapse atau panorama. Juga ditambahkan kemampuan untuk men-zoom obyek apabila sedang merekam video
– Sudah bisa merekam video HD atau 1080p

Android 4.1 – Jelly Bean – 9 Juli 2012

Fokus di sistem operasi Jelly Bean adalah peningkatan fitur dan optimasi perangkat sehingga fitur-fitur yang ada di perangkat semakin bervariasi, mudah dan cepat digunakan serta mengoptimasi penggunaan masing-masing aplikasi sehingga batere menjadi lebih hemat. Penamaannya sendiri mengacu kepada jenis permen warna-warni yang rada-rada kenyal kaya karet kalo dimakan.

Android 4.4 – KitKat – 31 Oktober 2013

Awalnya digunakan nama KLP (Key Lime Pie) untuk sistem operasi ini, tetapi karena kurang begitu dikenal oleh masyarakat luas, maka dirubah menjadi KitKat. Dah pasti tahu semua dong KitKat.

Kelebihan sistem operasi KitKat :
– Support Wireless printing, alias mengirimkan gambar/data untuk diprint dengan menggunakan Wi-Fi langsung kepada printer yang sudah dilengkapi fasilitas Wi-Fi

Android 5.0 – Lollipop – 12 November 2014

Sama seperti peningkatan sistem operasi Android sebelumnya, versi ini juga melakukan perapihan menu di dalam tampilan layar, peningkatan fitur-fitur untuk aplikasi default Android serta perbaikan terhadap bug-bug yang muncul di versi Android sebelumnya. Untuk penamaan sepertinya ga perlu dijelasin, dah pada tahu semua kayaknya.

Kelebihan sistem operasi Lollipop :
– HD voice calls. Sudah bisa video call dengan kualitas HD
– Support Multiple SIM Cards (bukannya sudah lama?). Sebelumnya multiple SIM Cards bisa berfungsi karena didisain langsung oleh produsen ponselnya. Yang sekarang sudah resmi disupport oleh sistem operasi Androidnya. Jadi produsen ponsel ga perlu repot-repot bikin tambahan aplikasi di dalam Androidnya biar multiple SIM Card bisa jalan.

Android 6.0 – Marshmallow – 5 Oktober 2015

Permen marshmallow digunakan sistem operasi 6.0 sebagai nama resminya. Ga terlalu umum permennya di Indonesia.

Kelebihan sistem operasi Android Marshmallow :
– Fitur Doze mode, fitur ini akan membuat CPU dari ponsel/tablet android bekerja lebih lambat dengan mematikan beberapa fitur yang tidak terlalu penting saat layar sedang mati/ponsel tidak digunakan. Tujuannya adalah untuk menghemat batere.
– Support tampilan 4K (bentar lagi bakal populer nih. Di atas HD)

Android 7.0 – Nougat – 22 Agustus 2016

Sistem Android ini adalah yang terbaru hingga tulisan ini dibuat. Kalau melihat deskripsinya, sepertinya belum dimunculkan fitur unggulan terbaru selain hanya merapikan tampilan dan meningkatkan performa perangkat android.

Demikian informasi perjalanan sistem Operasi Android mulai dari lahirnya sampai sekarang, serta kelebihan-kelebihan dari setiap versinya. Dan yang pasti, pengembangan sistem operasi Android selalu didasarkan kepada trend saat ini. Jadi cukup jelas kenapa pengembangan kamera dan video menjadi salah satu fokus para developer. Ini didasarkan kepada trend selfie dan sharing foto/video baik di instagram maupun facebook.

Versi apa dan berapakah yang digunakan sobat sekarang?

Cara mengeceknya mudah. Masuk ke setting perangkat > More > About device. Cari tulisan Android version. Silakan diupgrade jika merasa versinya terlalu tua, tapi cek dulu apakah ponsel/tablet sobat kompatibel dengan versi yang baru. Pada saat update, biasanya akan muncul pesan yang menginformasikan kompatibilitas perangkat sobat dan memori yang dibutuhkan untuk update.

Di Indonesia saat ini, 70% ponsel/tablet yang beredar dan digunakan adalah yang menggunakan sistem operasi Android. Setelah itu baru ponsel dengan sistem operasi IOS dari Apple.

Berikut adalah beberapa daftar merek ponsel yang menggunakan sistem operasi Android dan populer di Indonesia:
– Samsung
– LG
– Oppo
– HTC
– Huawei
– Sony
– Lenovo
– Asus
– Xiaomi

Setiap ponsel punya kelebihan dan kekurangan. Jadi bijak-bijaklah memilih yang sesuai kebutuhan agar tidak salah beli.

Perjalanan Sistem Operasi Android dari Versi 1.0 hingga Android Nougat | admin | 4.5